Rabu, 16 November 2016

laporan kegiatan PKL di Puskesmas Loano



kawaann.... apa kabar??, semoga selalu dalam lindungan-Nya ya... kali ini saya akan memberikan contoh tentang laporan kegiatan PKL saya yang dilaksanakan pada saat kelas XI di SMK Kesehatan Purworejo jurusan Keperawatan.. semoga bermanfaat ya... :)
BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung dengan dunia kerja secara terarah untuk membentuk keahlian dan  mental siswa agar pada saat lulus dari SMK siap terjun dalam dunia kerja.
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selama 1 (satu) bulan. Untuk program keahlian kesehatan  khususnya, pihak sekolah telah bekerjasama dengan 11 Puskesmas di Kabupaten Purworejo sebagai salah satu tempat dilaksankannya Praktik Kerja Lapangan. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dari tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan yang relevan antara dunia pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
Berdasarkan struktur program kurikulum SMK bahwa setiap siswa yang akan melanjutkan ke semester berikutnya dan yang akan mengakhiri jenjang pendidikan kejuruan harus melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas di Kabupaten Purworejo. Praktik Kerja Lapangan di laksanakan dengan harapan sebagai siswa yang nantinya lulus, dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diterima oleh sekolah, sehingga apabila di kemudian hari siswa bekerja di Rumah Sakit atau Puskesmas dapat mengembangkannya.
Kegiatan penyelenggaraan PKL diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan etos kerja siswa yang meliputi : kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreativitas, disiplin dan kerajinan dalam bekerja.AMIN
Dasar hokum kegiatan PKL :
a.       Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem pendidikan Nasional Bab. II Pasal 3 ayat 2 “Pendidikan Menengah Kejuruan Mengutamakan Penyiapan Calon Peserta Untuk Memasuki Lapangan Kerja Serta Pengembangan  Sikap Profesional”.
b.      Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah Bab. XI Pasal 29 ayat 1 “Penyelenggaraan Sekolah Menengah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama dunia dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dalam rangka menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan”.
c.       Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 tahun 1992 Tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional Bab. III pasal 4 ayat 8 “Peran serta masyarakat dapat berbentuk pemberian kesempatan untuk magang atau latihan kerja”.
d.      Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0490/U/1992 pasal 33 “Kerja sama SMK dengan dunia usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK dengan kebutuhan dunia kerja yang diusahakan dengan asas saling menguntungkan”.
e.       Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 323/U/1997 tentang penyelenggaraan Pendidikan Sistim Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan bab. VI pasal 12 “Setiap calon peserta SMK yang telah mengikuti program kejuruan yang bersifat adaptif dan produktif yang berupa teori kejuruan dan praktik dasar berhak mengikuti praktek kerja di industri pasangan.  


B.      Tujuan PKL

Ø  Bagi Siswa :
1.   Memberikan informasi mengenai teknologi terbaru atau produk yang dihasilkan oleh dunia kerja.
2.   Untuk mengaplikasikan pengetahuan teori di bangku sekolah dalam dunia kerja.
3.   Untuk mengukur kemampuan diri sendiri.
4.   Memberikan informasi tentang dunia kerja.
5.   Untuk memenuhi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian akhir sekolah dan ujian  nasional.
Ø  Bagi Sekolah :
1.   Sekolah dan siswa dapat mengidentifikasi diri sendiri seberapa jauh jarak antara praktik sekolah dengan praktik lapangan.
2.   Sekolah dapat melakukan penyempurnaan proses pembelajaran.
3.   Sekolah dapat melakukan penyempurnaan Kurikulum.
4.   Dapat memberikan gambaran dunia kerja yang sesungguhnya kepada siswa.
5.   Melatih siswa untuk bertanggug jawab.
6.   Melatih siswa agar mandiri, disiplin.
7.    Melatih siswa untuk mengaplikasikan atau mempraktekan tindakan-tindakan keperawatan yang sesuai teori yang diberikan dari Sekolah.
8.   Memberikan pengalaman kerja pada siswa

C.     Manfaat PKL

Ø  Bagi Siswa :
1.   Melatih dan mengembangkan sumber daya manusia melalui sarana dan fasilitas yang terdapat dalam industri terkait guna memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja profesional di masa yang akan datang.
2.   Memberikan sebuah bentuk pengalaman nyata serta permasalahan yang dihadapi dunia kerja dan menumbuhkan rasa tanggung jawab profesi.
3.    Memberikan kesempatan kepada siswa PKL untuk dapat menyatukan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dengan wawasan kegiatan suatu bidang usaha agar mereka dapat lebih percaya diri dan selalu mandiri dalam perkembangan karir di masa yang akandatang.
4.   Menambahkan kepada para siswa PKL sebuah pengertian akan lingkungan organisasi bidang usaha komplek dengan berbagai kegiatan di dalamnya.
5.   Membantu industri dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja lepas yang berwawasan akademi.

Ø  Bagi Sekolah:
1.      Sekolah dapat mengembangkan kegiatan pembelajaran di sekolah dan memperluas kerjasama dalam proses pembelajaran di sekolah dengan instansi yang bersangkutan.
2.      Dapat terjalinnya kerja sama antara sekolah dan instansi perusahaan untuk menciptakan praktek kerja lapangan yang baik.
3.      Lebih dikenalnya sekolah dimata masyarakat luar.
4.      Menciptakan lulusan siswa yang siap kerja.
5.      Dapat mengembangkan proses belajar mengajar di sekolah menjadi lebih baik dan produktif.

D.    Tempat Kegiatan PKL
Pelaksanaan PKL bertempat di Pusat Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) Loano I, khususnya bagian Pelayan Kesehatan baik rawat inap maupun rawat jalan yang melayani kebutuhan kesehatan bagi masyarakat yang memeriksakan diri ke Puskesmas tersebut.
         
E.     Waktu Kegiatan PKL
Kegiatan PKL berlangsung selama satu  bulan tepatnya mulai tanggal 21 Maret 2016 s/d 23 April 2016
Kegiatan harian berlangsung pada jam 07.30 s/d 14.00 di sesuaikan dengan jam kerja karyawan. Selama kegiatan PKL tersebut waktu kegiatan harian selalu konsisten, karena pelayanan yang berada di Puskesmas Loano I selalu mengutamakan kedisiplinan waktu.

F.      Tujuan Penulisan Laporan
      Adapun tujuan pembuatan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini adalah :
1.      Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan atau pengalaman dalam bentuk tulisan  tersusun secara sistematik atau kronologi dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar ;
2.      Peserta didik mampu mencari alternative pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studinya yang terungkap dalam laporan tertulis ;
3.      Memberikan informasi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dari Dunia Usaha / Dunia Industri (DU/DI) ke sekolah.















BAB II
TINJAUAN UMUM
A.    Ruang Lingkup Puskesmas Loano I
1.      Visi& Misi
Visi :
Terwujudnya masyarakat Loano sehat yang mandiri.
Misi :
1.      Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif,promotif,rehabilitatif.
2.      Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang terjangkau, bermutu, berkeadilan, dengan berpedoman pada etika dan profesionalisme.
3.      Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat melalui kemitraan pembangunan yang berwawasan kesehatan.
Motto :
Tanggap dan Bertanggung Jawab Dalam Pelayanan Prima.
Komitmen Pelayanan :
Memberikan Pelayanan Kesehatan yang berkualitas dan professional dengan ramah, sopan, dan berempati untuk kepuasan pelanggan.


2.      Pelayanan Puskesmas Loano:
1. Pelayanan Rawat Jalan
2. Pelayanan Rawat Inap
3. Pelayanan Kesehatan Ibu & Anak
4. Konsultasi & Kesehatan Umum
5. Konsultasi & Kesehatan Gigi
6. Fisioterapi
7. Radiologi / Rontgen
3.      Fasilitas Puskesmas:
1.    Tiga Kamar Rawat Inap kelas 1
2.    Sepuluh Kamar Rawat Inap Kelas 2
3.    Sebelas Kamar Rawat Inap Kelas 3
4.    Laboratorium
5.    Dokter & Tenaga Medis Yang Kompeten
6.    Dua Unit Mobil Ambulan


JENIS PELAYANAN

WAKTU



PENANGGUNG JAWAB
Rawat inap
24 Jam
Dr.Dewi Susilowardani
Persalinan
24 Jam
Rina Arsanti A.Md.Keb
Poli rawat jalan
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Dr. Dewi Susilowardani
POLI GIGI
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Drg Hestiana Rokhimawati
POLI KIA & KB
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Tuti Mulia Asih A.Md.Keb
LABORATORIUM
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Yuliana Puji S.AMAK
FISIOTERAPI
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Fitri Yulia Syari A.Md.Ft
KONSULTASI GIZI
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Swasti Lastini A.Mg
RADIOLOGI
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
Alfandi AM.Rad
AKUPUNTUR
Senin,Rabu,Sabtu
Agus Tri Wibowo. AMK

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmas melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.

Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan kesehatan disesuaikandengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.

Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six):
a. Upaya promosi kesehatan
b. Upaya kesehatan lingkungan
c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Upaya perbaikan gizi masyarakat
e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
f. Upaya pengobatan

4.      Alur Kerja
Alur pelayanan rawat inap di Puskesmas Loano I adalah sebagai berikut :
Pergantian shift satu hari dilakukan tiga kali, yaitu pukul 07.00 pagi, 14.00 siang dan 21.00 malam. Satu shift berisikan tiga perawat jaga. Setiap pergantian shift dilakukan operan jaga terlebih dahulu ke setiap ruangan pasien.
      Pada pasien rawat inap yang baru masuk ke IGD dilakukan tindakan anamnesa, pengukuran TTV( Nadi,Respirasi,Tekanan Darah,Suhu), &  pemasangan infus sesuai terapi dokter. Setelah itu pasien dapat pindah ke ruang rawat inap.
      Pada pasien rawat inap yang akan pulang, infus akan dilepas jika pihak keluarga pasien yang akan pulang telah menyelesaikan administrasi di Puskesmas, atau melengkapi data-data bagi pasien BPJS,KIS,ASKES,SKM. Petugas administrasi akan menyerahkan rincian pembayaran ke pihak keluarga pasienn & apabila administrasi sudah beres dan infus telah dilepas , pihak keluarga pasien dapat mengambil obat pulang di ruang jaga perawat dengan menunjukkan bukti pembayaran yang lunas.

5.      Rekam Medik
Rekam medic merupakan tempat pendaftaran pasien baru, pasien lama, rawat jalan, dan juga tempat untuk memperoleh informasi yang berkaitan. Misalnya imformasi tentang kamar pasien , jadwal dokter , perawat , dll. Untuk pasien yang akan periksa apabila sudah pernah periksa di Puskesmas Loano , maka kartu berobat yang dulu diberikan harap dibawa untuk mencari CM dan status lama.
Tindakan-tindakan yang dilakukan selama di ruangan ini sebagai berikut:
1.      Mendata pasien yang akan berobat.
2.      Mengambil status pasien lama pada rak rekam medis.
3.      Melengkapi data-data pasien.
4.      Mengantar status pasien ke IGD.
5.      Mencari no CM untuk pasien yang akan control.
6.      Memasukkan data pasien pada SIMPUS.
7.      Merekap pasien dalam dan luar wilayah.
8.      Mengembalikan kembali data rekam medic pasa loker.






B.     Tugas dan Fungsi Puskesmas
Ø  Tugas
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunankesehatan disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmasw melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan kesehatan disesuaikandengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.

Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six):
a. Upaya promosi kesehatan
b. Upaya kesehatan lingkungan
c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Upaya perbaikan gizi masyarakat
e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
f. Upaya pengobatan


Ø  Fungsi :
Fungsi puskesmas itu sendiri meliputi
a. Fungsi Pokok
1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan
2) masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
b. Peran Puskesmas
Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat diwilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri.

C.      Struktur OrganisasiPuskesmas
            Menurut keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 128/MenKes/RI/SK/II/2004, struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas masing-masing puskesmas.
            Penyusunan struktur organisasi puskesmas di satu kabupaten / kota dilakukan oleh Dinas Kesehatan kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan daerah.
Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut :
a.                Kepala puskesmas
b.               Unit tata usaha
yang bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam pengelolaan:
a)      Data dan informasi
b)      Perencanaan dan penilaian
c)      Keuangan
d)      Umum dan kepegawaian
c.       Unit pelaksana teknis fungsional puskesmas  
Upaya kesehatan masyarakat, termasuk pembinaan terhadap UKBM, dan Upaya kesehatan perorangan.
d.      Jaringan pelayanan puskesmas
 Unit puskesmas pembantu, Unit puskesmas keliling, dan Unit bidan di desa/komunitas .




Stuktur Organisasi Puskesmas Loano
Kepala UPT Puskesmas Loano I :
Dr.Dewi Susilowardani
Fungsional :
1.      Dokter Gigi
2.      Bidan
3.      Perawat
4.      Perawat Gigi
5.      Gizi
6.      Fisioterapi
7.      Analis
8.      Farmasi
9.      ATEM
10.  Epidemiologi
Kasubag Tata Usaha :
Legimah
Unit Teknis Promosi Kesehatan :
Suparyanto
Unit Teknis Perbaikan Gizi :
Swasti Lastini.A.G

Unit Teknis Kesehatan Lingkungan :
Muchsin
Unit Teknis KIA & KB :
Tuti Mulia Asih.A.Md.Keb
Unit Teknis Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit:
Agus Tri Wibowo.AMK
Unit Teknis Pengobatan  :
Dr.Dewi Susilowardani
Pustu Karangrejo :
Nurul Ma’rifah.A.Md.Keb
Pustu Trirejo :
Yuni Astuti.A.Md.Keb

D.    Manajemen pelayanan Puskesmas
        Untuk terselenggaranya berbagai upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat yang sesuai dengan azas penyelenggaraan Puskesmas perlu ditunjang oleh manajeman Pelayanan Puskesmas yang baik.
Manajemen Pelayanan Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran Puskesmas yang efektif dan efisien. Rangkaian kegiatan sistematis yang dilaksanakan oleh Puskesmas akan membentuk fungsi-fungsi manajeman.
Berikut beberapa model manajemen dan fungsi penjabarannya :
1.      Model PIE (planning, implementation, evaluation)
2.      Model POAC (planning, organizing, actuating, controling)
3.      Model P1 – P2 – P3 (perencanaan, pergerakan-pelaksanaan, pengawasan-pengendalian-penilaian)
4.      Model ARRIF (analisis, rumusan, rencana, implementasi dan forum komunikasi)
5.      Model ARRIME (analisis, rumusan, rencana, implementasi, monitoring, evaluasi)            
Dari berbagai model manajemen tersebut sebenarnya mempunyai fungsi manajemen yang sama. Setiap puskesmas bebas menentukan model manajemen yang ingin diterapkan, namun yang terpenting mempunyai hasil sebagai berikut:
1.       Makin banyaknya fungsi penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, yang ditandai dengan tingginya nilai IPTS (indeks potensi tatanan sehat).
2.      Makin baiknya fungsi pemberdayaan masyarakat dengan ditandai berkembangnya UKBM (upaya kesehatan berbasis masyarakat). Serta makin aktifnya BPP (badan penyantun puskesmas) dan BPKM (badan peduli kesehatan masyarakat) dapat dijakdikan indikator meningkatnya partisipasi masyarakat setempat.
3.      Makin bagusnya pemberdayaan keluarga dengan ditandainya IPKS (indeks potensi keluarga sehat).
4.      Makin bagusnya pelayanan kesehatan yang ditandai dengan tingginya cakupan program (baik program kesehatan dasar maupun program kesehatan pengembangan). Serta kualitan pelayanan kesehatan yang ditandai dengan tingginya kepatuhan petugas kesehatan dan makin baiknya kepuasan pasien.


















BAB III
PENUTUP

A.Kesimpulan
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunankesehatan disuatu wilayah.
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.
Manajemen Pelayanan Puskesmas adalah rangkaian kegiatan yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran Puskesmas yang efektif dan efisien.
Puskesmas Loano mempunyai pelayanan sebagai berikut :
1. Pelayanan Rawat Jalan
2. Pelayanan Rawat Inap
3. Pelayanan Kesehatan Ibu & Anak
4. Konsultasi & Kesehatan Umum
5. Konsultasi & Kesehatan Gigi
6. Fisioterapi
7. Radiologi / Rontgen
8. KB, Imunisasi

Dan fasilitas di Puskesmas Loano adalah sebagai berikut :
1.      Tiga Kamar Rawat Inap kelas 1
2.      Sepuluh Kamar Rawat Inap Kelas 2
3.      Sebelas Kamar Rawat Inap Kelas 3
4.      Laboratorium
5.      Dokter & Tenaga Medis Yang Kompeten
6.      Dua Unit Mobil Ambulan
7.      Mushola
8.      Dapur
9.      Ruang tunggu pasien
10.  Ruang obat











B.Kritik & Saran
-Kritik :
·         Kurangnya kebersihan WC,Kamar rawat pasien, Mushola.
·         Perawatnya ada yang kurang ramah.
·         Fasilitas mushola kurang.
·         Kurangnya perawatan alat-alat kesehatan khususnya di ruang VK.
-Saran :
·         Sebaiknya kebersihan Puskesmas Loano ditingkatkan lagi.
·         Sebaiknya perawat dibuat lebih ramah lagi supaya pasien lebih nyaman dengan cara memberikan bimbingan yang baik.
·         Sebaiknya fasilitas mushola lebih ditingkatkan lagi , karena ibadah itu sangat penting.
·         Sebaiknya peralatan yang ada di ruang VK dijaga kebersihan dan kesterilannya.











C. Lampiran
Lampiran  kegiatan ini kami ambil sewaktu kami melakukan Praktik Kerja Lapangan di Puskesman Loano I pada tanggal 21 Maret -23 April 2016
Tampilan depan Puskesmas Loano                       Plang Puskesmas Loano
Staf  karyawan karyawati Puskesmas Loano                          Bangsal kelas I & II
Bangsal kelas III                                             Peserta PKL 2016
Tata cara pendaftaran                                                 R.IGD
 
Sterilisator                                                       R.BP Umum