BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang
memadukan sistematik dan sinkron antara program pendidikan di sekolah dan
penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja secara langsung
dengan dunia kerja secara terarah untuk membentuk keahlian
dan mental siswa agar pada saat lulus dari SMK siap terjun dalam
dunia kerja.
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan selama 1 (satu) bulan. Untuk program keahlian kesehatan khususnya, pihak sekolah telah
bekerjasama dengan 11 Puskesmas di Kabupaten Purworejo sebagai salah satu tempat dilaksankannya Praktik Kerja Lapangan. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu dari tamatan Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK) dalam mencapai tujuan yang relevan antara dunia
pendidikan dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja.
Berdasarkan
struktur program kurikulum SMK bahwa setiap siswa yang akan melanjutkan ke
semester berikutnya dan yang akan mengakhiri jenjang pendidikan kejuruan harus
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Puskesmas di Kabupaten Purworejo. Praktik
Kerja Lapangan di laksanakan dengan harapan sebagai siswa yang nantinya lulus, dapat
menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diterima oleh sekolah,
sehingga apabila di kemudian hari siswa bekerja di Rumah
Sakit atau Puskesmas dapat mengembangkannya.
Kegiatan penyelenggaraan PKL diharapkan dapat meningkatkan keahlian dan etos kerja siswa yang
meliputi : kemampuan bekerja, motivasi kerja, inisiatif, kreativitas, disiplin
dan kerajinan dalam bekerja.AMIN
Dasar hokum kegiatan PKL :
a. Undang-Undang Republik
Indonesia No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem pendidikan Nasional Bab. II Pasal 3
ayat 2 “Pendidikan Menengah Kejuruan Mengutamakan Penyiapan Calon Peserta Untuk
Memasuki Lapangan Kerja Serta Pengembangan Sikap Profesional”.
b. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah Bab. XI Pasal 29 ayat 1
“Penyelenggaraan Sekolah Menengah dapat bekerjasama dengan masyarakat terutama
dunia dunia usaha dan para dermawan untuk memperoleh sumber daya dalam rangka
menunjang penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan”.
c. Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia No. 29 tahun 1992 Tentang Peran Serta Masyarakat dalam Pendidikan
Nasional Bab. III pasal 4 ayat 8 “Peran serta masyarakat dapat berbentuk
pemberian kesempatan untuk magang atau latihan kerja”.
d. Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 0490/U/1992 pasal 33 “Kerja sama SMK
dengan dunia usaha terutama bertujuan untuk meningkatkan kesesuaian program SMK
dengan kebutuhan dunia kerja yang diusahakan dengan asas saling menguntungkan”.
e. Keputusan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 323/U/1997 tentang penyelenggaraan
Pendidikan Sistim Ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan bab. VI pasal 12 “Setiap
calon peserta SMK yang telah mengikuti program kejuruan yang bersifat adaptif
dan produktif yang berupa teori kejuruan dan praktik dasar berhak mengikuti
praktek kerja di industri pasangan.
B. Tujuan PKL
Ø Bagi
Siswa :
1. Memberikan
informasi mengenai teknologi terbaru atau produk yang dihasilkan oleh dunia
kerja.
2. Untuk
mengaplikasikan pengetahuan teori di bangku sekolah dalam dunia kerja.
3. Untuk
mengukur kemampuan diri sendiri.
4. Memberikan
informasi tentang dunia kerja.
5. Untuk
memenuhi salah satu persyaratan untuk mengikuti ujian akhir sekolah dan
ujian nasional.
Ø Bagi
Sekolah :
1. Sekolah
dan siswa dapat mengidentifikasi diri sendiri seberapa jauh jarak antara
praktik sekolah dengan praktik lapangan.
2. Sekolah
dapat melakukan penyempurnaan proses pembelajaran.
3. Sekolah
dapat melakukan penyempurnaan Kurikulum.
4. Dapat
memberikan gambaran dunia kerja yang sesungguhnya kepada siswa.
5. Melatih
siswa untuk bertanggug jawab.
6. Melatih
siswa agar mandiri, disiplin.
7. Melatih
siswa untuk mengaplikasikan atau mempraktekan tindakan-tindakan keperawatan
yang sesuai teori yang diberikan dari Sekolah.
8. Memberikan
pengalaman kerja pada siswa
C. Manfaat
PKL
Ø Bagi
Siswa :
1. Melatih dan mengembangkan
sumber daya manusia melalui sarana dan fasilitas yang terdapat dalam industri
terkait guna memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja profesional di masa yang akan
datang.
2. Memberikan sebuah bentuk
pengalaman nyata serta permasalahan yang dihadapi dunia kerja dan menumbuhkan
rasa tanggung jawab profesi.
3. Memberikan kesempatan
kepada siswa PKL untuk dapat menyatukan pengetahuan dan keterampilan yang
dimiliki dengan wawasan kegiatan suatu bidang usaha agar mereka dapat lebih
percaya diri dan selalu mandiri dalam perkembangan karir di masa
yang akandatang.
4. Menambahkan kepada para siswa
PKL sebuah pengertian akan lingkungan organisasi bidang usaha komplek dengan
berbagai kegiatan di dalamnya.
5. Membantu industri dalam
memenuhi kebutuhan tenaga kerja lepas yang berwawasan akademi.
Ø Bagi
Sekolah:
1. Sekolah dapat mengembangkan
kegiatan pembelajaran di sekolah dan memperluas kerjasama dalam proses
pembelajaran di sekolah dengan instansi yang bersangkutan.
2. Dapat terjalinnya kerja sama
antara sekolah dan instansi perusahaan untuk menciptakan praktek kerja lapangan
yang baik.
3. Lebih dikenalnya sekolah dimata
masyarakat luar.
4. Menciptakan lulusan siswa yang
siap kerja.
5. Dapat mengembangkan proses
belajar mengajar di sekolah menjadi lebih baik dan produktif.
D. Tempat
Kegiatan PKL
Pelaksanaan PKL bertempat di
Pusat Pelayanan Kesehatan (Puskesmas) Loano I, khususnya bagian
Pelayan Kesehatan baik rawat inap maupun rawat jalan yang melayani kebutuhan
kesehatan bagi masyarakat yang memeriksakan diri ke Puskesmas tersebut.
E. Waktu
Kegiatan PKL
Kegiatan PKL berlangsung
selama satu bulan tepatnya mulai tanggal
21 Maret 2016 s/d 23 April 2016
Kegiatan harian berlangsung
pada jam 07.30 s/d 14.00 di sesuaikan dengan jam kerja karyawan. Selama
kegiatan PKL tersebut waktu kegiatan harian selalu konsisten, karena pelayanan yang
berada di Puskesmas Loano I selalu mengutamakan kedisiplinan waktu.
F. Tujuan
Penulisan Laporan
Adapun tujuan
pembuatan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini adalah :
1. Peserta didik mampu mengungkapkan
gagasan atau pengalaman dalam bentuk tulisan
tersusun secara sistematik atau kronologi dalam bahasa Indonesia yang
baik dan benar ;
2. Peserta didik mampu mencari
alternative pemecahan masalah kejuruan sesuai dengan program studinya yang
terungkap dalam laporan tertulis ;
3. Memberikan informasi tentang
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dari Dunia Usaha / Dunia
Industri (DU/DI) ke sekolah.
BAB
II
TINJAUAN
UMUM
A. Ruang
Lingkup Puskesmas Loano I
1. Visi&
Misi
Visi :
Terwujudnya
masyarakat Loano sehat yang mandiri.
Misi :
1. Meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat melalui upaya preventif,promotif,rehabilitatif.
2. Menyelenggarakan
pelayanan kesehatan yang terjangkau, bermutu, berkeadilan, dengan berpedoman
pada etika dan profesionalisme.
3. Mendorong
terwujudnya kemandirian masyarakat melalui kemitraan pembangunan yang
berwawasan kesehatan.
Motto :
Tanggap
dan Bertanggung Jawab Dalam Pelayanan Prima.
Komitmen Pelayanan :
Memberikan
Pelayanan Kesehatan yang berkualitas dan professional dengan ramah, sopan, dan
berempati untuk kepuasan pelanggan.
2.
Pelayanan Puskesmas Loano:
1.
Pelayanan Rawat Jalan
2. Pelayanan Rawat Inap 3. Pelayanan Kesehatan Ibu & Anak 4. Konsultasi & Kesehatan Umum 5. Konsultasi & Kesehatan Gigi 6. Fisioterapi 7. Radiologi / Rontgen |
3.
Fasilitas Puskesmas:
1. Tiga Kamar Rawat Inap kelas 1
2. Sepuluh Kamar Rawat Inap Kelas 2
3. Sebelas Kamar Rawat Inap Kelas 3
4.
Laboratorium
5. Dokter & Tenaga Medis Yang
Kompeten
6.
Dua
Unit Mobil Ambulan
|
JENIS PELAYANAN
|
WAKTU
|
PENANGGUNG JAWAB
|
Rawat inap
|
24 Jam
|
Dr.Dewi
Susilowardani
|
Persalinan
|
24 Jam
|
Rina
Arsanti A.Md.Keb
|
Poli rawat jalan
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Dr.
Dewi Susilowardani
|
POLI GIGI
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Drg
Hestiana Rokhimawati
|
POLI KIA & KB
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Tuti
Mulia Asih A.Md.Keb
|
LABORATORIUM
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Yuliana
Puji S.AMAK
|
FISIOTERAPI
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Fitri
Yulia Syari A.Md.Ft
|
KONSULTASI GIZI
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Swasti
Lastini A.Mg
|
RADIOLOGI
|
Tiap Hari Kerja 08.00-Selesai
|
Alfandi
AM.Rad
|
AKUPUNTUR
|
Senin,Rabu,Sabtu
|
Agus
Tri Wibowo. AMK
|
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD)
kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan
disuatu wilayah. Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama
menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara
menyeluruh, terpadu , dan berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan
perorang (private goods) dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods).
Puskesmas melakukan kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat
sebagai bentuk usaha pembangunan kesehatan.
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan kesehatan disesuaikandengan kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.
Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six):
a. Upaya promosi kesehatan
b. Upaya kesehatan lingkungan
c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Upaya perbaikan gizi masyarakat
e. Upaya pencegahan dan
pemberantasan penyakit menular
f. Upaya pengobatan
f. Upaya pengobatan
4. Alur
Kerja
Alur pelayanan
rawat inap di Puskesmas Loano I adalah sebagai berikut :
Pergantian shift satu hari
dilakukan tiga kali, yaitu pukul 07.00 pagi, 14.00 siang dan 21.00 malam. Satu
shift berisikan tiga perawat jaga. Setiap pergantian shift dilakukan operan
jaga terlebih dahulu ke setiap ruangan pasien.
Pada
pasien rawat inap yang baru masuk ke IGD dilakukan tindakan anamnesa,
pengukuran TTV( Nadi,Respirasi,Tekanan Darah,Suhu), & pemasangan infus sesuai terapi dokter.
Setelah itu pasien dapat pindah ke ruang rawat inap.
Pada
pasien rawat inap yang akan pulang, infus akan dilepas jika pihak keluarga
pasien yang akan pulang telah menyelesaikan administrasi di Puskesmas, atau
melengkapi data-data bagi pasien BPJS,KIS,ASKES,SKM. Petugas administrasi akan
menyerahkan rincian pembayaran ke pihak keluarga pasienn & apabila administrasi
sudah beres dan infus telah dilepas , pihak keluarga pasien dapat mengambil
obat pulang di ruang jaga perawat dengan menunjukkan bukti pembayaran yang
lunas.
5. Rekam
Medik
Rekam medic
merupakan tempat pendaftaran pasien baru, pasien lama, rawat jalan, dan juga
tempat untuk memperoleh informasi yang berkaitan. Misalnya imformasi tentang
kamar pasien , jadwal dokter , perawat , dll. Untuk pasien yang akan periksa
apabila sudah pernah periksa di Puskesmas Loano , maka kartu berobat yang dulu
diberikan harap dibawa untuk mencari CM dan status lama.
Tindakan-tindakan
yang dilakukan selama di ruangan ini sebagai berikut:
1. Mendata
pasien yang akan berobat.
2. Mengambil
status pasien lama pada rak rekam medis.
3. Melengkapi
data-data pasien.
4. Mengantar
status pasien ke IGD.
5. Mencari
no CM untuk pasien yang akan control.
6. Memasukkan
data pasien pada SIMPUS.
7. Merekap
pasien dalam dan luar wilayah.
8. Mengembalikan
kembali data rekam medic pasa loker.
B. Tugas
dan Fungsi Puskesmas
Ø Tugas
Puskesmas
merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD) kesehatan kabupaten / kota yang
bertanggungjawab menyelenggarakan pembangunankesehatan disuatu wilayah.
Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan strata pertama menyelenggarakan
kegiatan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu , dan
berkesinambungan, yang meliputi pelayanan kesehatan perorang (private goods)
dan pelayanan kesehatan masyarakat (public goods). Puskesmasw melakukan
kegiatan-kegiatan termasuk upaya kesehatan masyarakat sebagai bentuk usaha
pembangunan kesehatan.
Puskesmas
adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang langsung memberikan pelayanan
secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu wilayah kerja tertentu dalam
bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.Jenis pelayan kesehatan disesuaikandengan
kemampuan puskesmas, namun terdapat upaya kesehatan wajib yang harus
dilaksanakan oleh puskesmas ditambah dengan upaya kesehatan pengembangan yang
disesuaikan dengan permasalahan yang ada serta kemampuan puskesmas.
Upaya-upaya kesehatan wajib tersebut adalah ( Basic Six):
a. Upaya promosi kesehatan
b. Upaya kesehatan lingkungan
c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana
d. Upaya perbaikan gizi masyarakat
e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
f. Upaya pengobatan
Ø Fungsi :
Fungsi
puskesmas itu sendiri meliputi
a. Fungsi Pokok
1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan
2) masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
a. Fungsi Pokok
1) Pusat pengerak pembangunan berwawasan kesehatan Pusat pemberdayaan
2) masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan
3) Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
b. Peran Puskesmas
Sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat
diwilayah terkecil dalam hal pengorganisasian masyarakat serta peran aktif
masyarakat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri.
C. Struktur
OrganisasiPuskesmas
Menurut
keputusan menteri kesehatan Republik Indonesia nomor 128/MenKes/RI/SK/II/2004,
struktur organisasi puskesmas tergantung dari kegiatan dan beban tugas
masing-masing puskesmas.
Penyusunan struktur organisasi
puskesmas di satu kabupaten / kota dilakukan oleh Dinas Kesehatan
kabupaten/kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan daerah.
Sebagai
acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi puskesmas sebagai berikut :
a.
Kepala
puskesmas
b.
Unit
tata usaha
yang
bertanggung jawab membantu kepala puskesmas dalam pengelolaan:
a)
Data dan informasi
b)
Perencanaan dan penilaian
c)
Keuangan
d)
Umum dan kepegawaian
c. Unit
pelaksana teknis fungsional puskesmas
Upaya kesehatan masyarakat, termasuk
pembinaan terhadap UKBM, dan Upaya kesehatan perorangan.
d. Jaringan
pelayanan puskesmas
Unit
puskesmas pembantu, Unit puskesmas keliling, dan Unit bidan di desa/komunitas .
Stuktur Organisasi Puskesmas Loano
Kepala UPT Puskesmas Loano I :
Dr.Dewi Susilowardani
Fungsional :
1.
Dokter
Gigi
2.
Bidan
3.
Perawat
4.
Perawat
Gigi
5.
Gizi
6.
Fisioterapi
7.
Analis
8.
Farmasi
9.
ATEM
10. Epidemiologi
Kasubag Tata Usaha :
Legimah
Unit Teknis Promosi Kesehatan :
Suparyanto
Unit Teknis Perbaikan Gizi :
Swasti Lastini.A.G
Unit Teknis Kesehatan Lingkungan :
Muchsin
Unit Teknis KIA & KB :
Tuti Mulia Asih.A.Md.Keb
Unit Teknis Pencegahan Dan Pemberantasan Penyakit:
Agus Tri Wibowo.AMK
Unit Teknis Pengobatan
:
Dr.Dewi Susilowardani
Pustu Karangrejo :
Nurul Ma’rifah.A.Md.Keb
Pustu Trirejo :
Yuni Astuti.A.Md.Keb
D.
Manajemen
pelayanan Puskesmas
Untuk terselenggaranya berbagai upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan
masyarakat yang sesuai dengan azas penyelenggaraan Puskesmas perlu ditunjang
oleh manajeman Pelayanan Puskesmas yang baik.
Manajemen Pelayanan Puskesmas adalah rangkaian kegiatan
yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran Puskesmas yang efektif
dan efisien. Rangkaian kegiatan sistematis yang dilaksanakan oleh Puskesmas
akan membentuk fungsi-fungsi manajeman.
Berikut
beberapa model manajemen dan fungsi penjabarannya :
1.
Model
PIE (planning, implementation, evaluation)
2.
Model
POAC (planning, organizing, actuating, controling)
3.
Model
P1 – P2 – P3 (perencanaan, pergerakan-pelaksanaan,
pengawasan-pengendalian-penilaian)
4.
Model
ARRIF (analisis, rumusan, rencana, implementasi dan forum komunikasi)
5.
Model
ARRIME (analisis, rumusan, rencana, implementasi, monitoring, evaluasi)
Dari
berbagai model manajemen tersebut sebenarnya mempunyai fungsi manajemen yang
sama. Setiap puskesmas bebas menentukan model manajemen yang ingin diterapkan,
namun yang terpenting mempunyai hasil sebagai berikut:
1. Makin
banyaknya fungsi penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, yang ditandai
dengan tingginya nilai IPTS (indeks potensi tatanan sehat).
2. Makin baiknya fungsi pemberdayaan masyarakat
dengan ditandai berkembangnya UKBM (upaya kesehatan berbasis masyarakat). Serta
makin aktifnya BPP (badan penyantun puskesmas) dan BPKM (badan peduli kesehatan
masyarakat) dapat dijakdikan indikator meningkatnya partisipasi masyarakat
setempat.
3. Makin bagusnya pemberdayaan keluarga dengan
ditandainya IPKS (indeks potensi keluarga sehat).
4. Makin bagusnya pelayanan kesehatan yang
ditandai dengan tingginya cakupan program (baik program kesehatan dasar maupun
program kesehatan pengembangan). Serta kualitan pelayanan kesehatan yang
ditandai dengan tingginya kepatuhan petugas kesehatan dan makin baiknya
kepuasan pasien.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas (UPTD)
kesehatan kabupaten / kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan
pembangunankesehatan disuatu wilayah.
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi fungsional yang
langsung memberikan pelayanan secara mrnyeluruh kepada masyarakat dalam satu
wilayah kerja tertentu dalam bentuk usaha-usaha kesehatan pokok.
Manajemen Pelayanan Puskesmas adalah rangkaian kegiatan
yang bekerja secara sistematik untuk menghasilkan luaran Puskesmas yang efektif
dan efisien.
Puskesmas
Loano mempunyai pelayanan sebagai berikut :
1. Pelayanan Rawat Jalan
2. Pelayanan Rawat Inap
3. Pelayanan Kesehatan Ibu & Anak
4. Konsultasi & Kesehatan Umum
5. Konsultasi & Kesehatan Gigi
6. Fisioterapi
7. Radiologi / Rontgen
8. KB, Imunisasi
2. Pelayanan Rawat Inap
3. Pelayanan Kesehatan Ibu & Anak
4. Konsultasi & Kesehatan Umum
5. Konsultasi & Kesehatan Gigi
6. Fisioterapi
7. Radiologi / Rontgen
8. KB, Imunisasi
Dan fasilitas di Puskesmas
Loano adalah sebagai berikut :
1. Tiga Kamar Rawat Inap kelas 1
2. Sepuluh Kamar Rawat Inap Kelas 2
3. Sebelas Kamar Rawat Inap Kelas 3
4.
Laboratorium
5. Dokter & Tenaga Medis Yang
Kompeten
6. Dua Unit Mobil Ambulan
7. Mushola
8. Dapur
9. Ruang tunggu pasien
10. Ruang obat
B.Kritik & Saran
-Kritik :
·
Kurangnya
kebersihan WC,Kamar rawat pasien, Mushola.
·
Perawatnya
ada yang kurang ramah.
·
Fasilitas
mushola kurang.
·
Kurangnya
perawatan alat-alat kesehatan khususnya di ruang VK.
-Saran :
·
Sebaiknya
kebersihan Puskesmas Loano ditingkatkan lagi.
·
Sebaiknya
perawat dibuat lebih ramah lagi supaya pasien lebih nyaman dengan cara
memberikan bimbingan yang baik.
·
Sebaiknya
fasilitas mushola lebih ditingkatkan lagi , karena ibadah itu sangat penting.
·
Sebaiknya
peralatan yang ada di ruang VK dijaga kebersihan dan kesterilannya.
Lampiran kegiatan ini kami ambil sewaktu kami
melakukan Praktik Kerja Lapangan di Puskesman Loano I pada tanggal 21 Maret -23
April 2016
![]() |
![]() |
Tampilan
depan Puskesmas Loano Plang
Puskesmas Loano
![]() |
![]() |
Staf karyawan
karyawati Puskesmas Loano Bangsal
kelas I & II
![]() |
![]() |
Bangsal kelas III Peserta
PKL 2016
![]() |
![]() |
Tata cara pendaftaran R.IGD
![]() |
![]() |
Sterilisator R.BP
Umum










Tidak ada komentar:
Posting Komentar