Ubah
Pola Fikir
Percaya
atau tidak, memberi berarti menerima! Menguntungkan kedua belah pihak, pemberi
dan penerima. Penerima diuntungkan oleh pemberian dari si pemberi dan pemberi
mendapat keuntungan oleh kebaikan dari menjadi pemberi.
Terkadang,
pemberi dapat menerima balasannya segera setelah memberi dan terkadang
keuntungannya akan datang setelah beberapa tahun. Apapun yang pemberi berikan;
waktu, uang, tenaga dan doa akan memberikan akibat yang baik pada pemberi.
Akibat yang baik itu bertahan lama bahkan setelah pemberi meninggal.
Pemberi
pasti menerima. Penderma tidak pernah rugi. “tidak hanya orang haus yang
membutuhkan air, tetapi air pun mencari orang yang haus,” kata Jalaluddin Rumi.
Memberi
adalah kebajikan yang luar biasa. Dengan bederma, pemberi menjadi orang pertama
yang diuntungkan. Diyakini bahwa diantara semua perbuatan baik manusia, Tuhan
mencintai manusia yang memenuhi kebutuhan orang lain. Dia mencurahkan
karunia-Nya kepada mereka yang melayani umat manusia.
Semua
orang mengambil air di sungai, tetapi sungai tidak pernah takut kehilangan
persediaan airnya. Sungai menghapus dahaga manusia dan binatang. Sungai tetap
mengalir dengan semangat dan kecepatan yang sama tanpa mengkhawatirkan seberapa
banyak air yang diambil oleh manusia untuk menghilangkan dahaga mereka. Entah
percaya atau tidak, selalu ada harapan bagi mereka yang menolong orang lain.
Banyak
diantara kita yang penuh perhitungan saat memberi. Kita menunggu orang yang pantas
diberi. Belajarlah dari alam, engkau
sering mengatakan “aku akan memberi, tetapi hanya kepada mereka yang pantas
diberi.” Pohon di kebunmu tidak pernah berkata seperti itu dan begitu juga
binatang ternak di padang rumputmu. Dengan memberi, mereka tetap hidup, karena
tidak memberi berarti binasa.
“Engkau
hanya memberikan sedikit saat memberikan milikmu. Saat engkau memberikan diri
sendiri, itulah pemberian yang sejati,” kata Kahlil Gibran. Banyak diantara
kita yang tidak memberi karena mengkhawatirkan masa depan. Untuk apa harta yang
engkau simpan dan jaga karena khawatir engkau akan membutuhkannya besok? Besok,
apa artinya besok bagi anjing yang terlalu pelit yang mengubur tulang di pasir
tanpa meninggalkan jejak. Besok bersifat tidak pasti, jika mengubur tulang di
pasir yang tidak berjejak , anjing tidak akan menemukannnya. Begitu pula harta,
harta yang disimpan tanpa memberikan bagian orang miskin dari penimbunan
seperti itu akan lenyap tanpa sebab.
Hari-hari
ini, kita melihat poster-poster besar, papan iklan dan iklan tv yang
membesar-besarkan kebaikan kecil yang dilakukan oleh para pembohong besar.
Mereka memberi tanpa mengetahui nilai seninya. Seni memberi yang sejati adalah
saat anda memberi dengan tangan kanan anda, jangan sampai tangan kiri anda
mengetahuinya.
Kini,
kedermawanan dipahami sebagai memberi dari kelebihan yang kita miliki.
Memberikan semua yang tidak anda butuhkan lagi bukanlah bederma. Memberikan
sesuatu yang yang anda tidak ingin kehilangannya, itu baru bederma.
Kahlil
Gibran mengatakan,”Kedermawanan bukan berarti kau memberiku sesuatu yang lebih
kubutuhkan dibandingkan dengan yang kau butuhkan. Kedermawanan adalah kau
memberiku sesuatu yang lebih kau butuhkan dibandingkan dengan yang kubutuhkan.”
Saya berharap pembaca memahami artikel ini dan dapat merubah pola fikir pembaca
untuk selalu berbuat baik kepada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar