Minggu, 26 Februari 2017

ubah pola fikirmu

Ubah Pola Fikir
Percaya atau tidak, memberi berarti menerima! Menguntungkan kedua belah pihak, pemberi dan penerima. Penerima diuntungkan oleh pemberian dari si pemberi dan pemberi mendapat keuntungan oleh kebaikan dari menjadi pemberi.
Terkadang, pemberi dapat menerima balasannya segera setelah memberi dan terkadang keuntungannya akan datang setelah beberapa tahun. Apapun yang pemberi berikan; waktu, uang, tenaga dan doa akan memberikan akibat yang baik pada pemberi. Akibat yang baik itu bertahan lama bahkan setelah pemberi meninggal.
Pemberi pasti menerima. Penderma tidak pernah rugi. “tidak hanya orang haus yang membutuhkan air, tetapi air pun mencari orang yang haus,” kata Jalaluddin Rumi.
Memberi adalah kebajikan yang luar biasa. Dengan bederma, pemberi menjadi orang pertama yang diuntungkan. Diyakini bahwa diantara semua perbuatan baik manusia, Tuhan mencintai manusia yang memenuhi kebutuhan orang lain. Dia mencurahkan karunia-Nya kepada mereka yang melayani umat manusia.
Semua orang mengambil air di sungai, tetapi sungai tidak pernah takut kehilangan persediaan airnya. Sungai menghapus dahaga manusia dan binatang. Sungai tetap mengalir dengan semangat dan kecepatan yang sama tanpa mengkhawatirkan seberapa banyak air yang diambil oleh manusia untuk menghilangkan dahaga mereka. Entah percaya atau tidak, selalu ada harapan bagi mereka yang menolong orang lain.
Banyak diantara kita yang penuh perhitungan saat memberi. Kita menunggu orang yang pantas diberi. Belajarlah  dari alam, engkau sering mengatakan “aku akan memberi, tetapi hanya kepada mereka yang pantas diberi.” Pohon di kebunmu tidak pernah berkata seperti itu dan begitu juga binatang ternak di padang rumputmu. Dengan memberi, mereka tetap hidup, karena tidak memberi berarti binasa.
“Engkau hanya memberikan sedikit saat memberikan milikmu. Saat engkau memberikan diri sendiri, itulah pemberian yang sejati,” kata Kahlil Gibran. Banyak diantara kita yang tidak memberi karena mengkhawatirkan masa depan. Untuk apa harta yang engkau simpan dan jaga karena khawatir engkau akan membutuhkannya besok? Besok, apa artinya besok bagi anjing yang terlalu pelit yang mengubur tulang di pasir tanpa meninggalkan jejak. Besok bersifat tidak pasti, jika mengubur tulang di pasir yang tidak berjejak , anjing tidak akan menemukannnya. Begitu pula harta, harta yang disimpan tanpa memberikan bagian orang miskin dari penimbunan seperti itu akan lenyap tanpa sebab.
Hari-hari ini, kita melihat poster-poster besar, papan iklan dan iklan tv yang membesar-besarkan kebaikan kecil yang dilakukan oleh para pembohong besar. Mereka memberi tanpa mengetahui nilai seninya. Seni memberi yang sejati adalah saat anda memberi dengan tangan kanan anda, jangan sampai tangan kiri anda mengetahuinya.
Kini, kedermawanan dipahami sebagai memberi dari kelebihan yang kita miliki. Memberikan semua yang tidak anda butuhkan lagi bukanlah bederma. Memberikan sesuatu yang yang anda tidak ingin kehilangannya, itu baru bederma.

Kahlil Gibran mengatakan,”Kedermawanan bukan berarti kau memberiku sesuatu yang lebih kubutuhkan dibandingkan dengan yang kau butuhkan. Kedermawanan adalah kau memberiku sesuatu yang lebih kau butuhkan dibandingkan dengan yang kubutuhkan.” Saya berharap pembaca memahami artikel ini dan dapat merubah pola fikir pembaca untuk selalu berbuat baik kepada orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar